Minggu, 22 Februari 2015

ABG 12 tahun di Bekasi ngeseks dengan pacar di kebun kosong

Warga di Jalan Pemakaman
RW 11, Kampung Jaha, Kelurahan Jatimekar,
Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menggerebek
dua anak di bawah umur yang tengah
melakukan aksi mesum di kebun kosong
wilayah setempat, Jumat (13/2) malam.
Sebut saja Mawar (12) dan si Kumbang (15).
Saat digerebek warga, keduanya hanya
mengenakan pakaian atas. Mereka lalu
digelandang ke rumah warga untuk
diinterogasi.

"Awalnya, dua warga melihat sepeda motor
terparkir di jalan," kata warga Rais (40),
Jumat (13/2).

Karena penasaran, dua warga bernama Bolor
dan Kipit tersebut mencari pemilik sepeda
motor itu. Sedangkan, di sisi jalan tersebut
terdapat kebun kosong yang dipagari beton.
Kedua warga itu lalu masuk ke kebun.
Mereka terkejut melihat sepasang remaja
tengah asyik melakukan hubungan layaknya
suami istri. Dengan begitu, Bolor dan Kipit
memberitahukan kepada warga lainnya.

"Langsung kami gerebek mereka," kata Rais.
Kedua pasangan mesum itu pun tak dapat
berbuat banyak. Bahkan, mereka sempat
menyangkal telah melakukan hubungan badan.
Setelah didesak, keduanya pun akhirnya
mengakui. Akhirnya kedua orang tuanya
didatangkan.

"Dia (Kumbang) yang meminta saya buka
celana, tapi tidak sampai kok," ungkap Mawar
saat diintErogasi ayahnya, RH.

Mawar mengatakan awalnya dirinya mengaku
tidak tau hendak diajak ke kebun kosong
tersebut. Dia dijemput oleh pacarnya sekitar
pukul 21.00 WIB dari rumahnya di Pekayon,
Bekasi Selatan.

"Setelah jalan-jalan, enggak tahunya diajak ke
sini. Dia minta saya buka celana," ucap
Mawar.

Adapun si Kumbang juga mengakui
perbuatannya. Sesuai kesepakatan warga,
kedua remaja masih belasan tahun itu pun
akan dinikahkan.

Sabtu, 21 Februari 2015

Kebakaran di Grand Hyatt Diduga dari Percikan Minyak yang Meletup ke Lampu

Jakarta - Kebakaran terjadi di Hotel Grand
Hyatt, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Api diduga muncul dari sebuah restauran yang terletak di lantai 4 hotel berbintang 5 tersebut.

Salah seorang petugas keamanan setempat,
Ardana menuturkan, api muncul saat salah
seorang koki tengah menggoreng ayam. Tiba-
tiba minyak tersebut meletup mengenai lampu
yang terletak tepat di atas penggorengan.

"Lampunya pecah. Kebetulan ada pipa yang
bocor, jadi merembet ke atas," ujarnya saat
ditemui di lobi Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2015).
Peristiwa tersebut terjadi pukul 17.15 WIB.
Kemudian setelah dikerahkan 22 unit mobil
pemadam kebakaran, api berhasil dijinakkan
pada pukul 17.50 WIB.

"Nama restaurantnya Cheese Restaurant.
Lokasinya di lantai 4," katanya.
Kasudin Damkar Jakarta Pusat, Idris Daharina
menuturkan, tidak ada korban dalam peristiwa
tersebut. Ia memastikan, saat ini suasana di
kawasan Hotel Grand Hyatt sudah aman dan
kondusif.

"Sudah aman sekarang," ujarnya.
Belum diketahui berapa taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut.

Jumat, 20 Februari 2015

Fenomena 'Ketindihan' Ada Hubungannya dengan Genetik Seseorang

Pernah merasa diri Anda terbangun
tapi tidak bisa bergerak? Jika ya maka
kemungkinan besar apa yang Anda rasakan
tersebut adalah fenomena sleep paralysis atau
juga populer disebut 'ketindihan'. Fenomena ini
biasanya muncul saat jam tidur tubuh terganggu
dan menurut penelitian terbaru kemungkinan
juga karena faktor genetik.
Peneliti sebelumnya hanya bisa menduga bahwa
rasa stres dan kecemasan adalah faktor besar pemicu sleep paralysis. Tapi, Daniel Denis psikolog dari University of Sheffield di Inggrismenemukan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) seseorang juga ikut berkontribusi terhadap sleep paralysis.

Ia dan rekannya meneliti 862 kembar identikal
dan kembar biasa dalam studi yang telah
dipublikasi di jurnal Sleep Research. Denis
membandingkan data sleep paralysis lewat
survei pada kembar identik yang DNA-nya
hampir sama dengan kembar biasa yang DNA-nya hanya setengah mirip. Hasilnya ia
menemukan DNA memiliki peran 50 persen
bahkan lebih terhadap episode sleep paralysis.
Peneliti lebih jauh melihat DNA para responden yang mungkin berkaitan dengan sleep paralysis.

Mereka membandingkan variasi gen PER2 yang mengatur ritme kikardian atau jam tidur tubuh dan Denis mengatakan beberapa orang yang alami sleep paralysis ternyata memiliki variasi PER2 tertentu.

"Sleep paralysis tampaknya memiliki komponengenetik di dalamnya, penelitian yang akan datangharusnya berusaha untuk mengidentifikasikandidat gen-gen yang mungkin terlibat," tulis Denis yang mengatakan bahwa temuannya adalah penelitian pertama dan perlu diperkuat kembali seperti dikutip dari jurnal Sleep Research pada Jumat (20/2/2015).

Di Indonesia fenomena ketindihan dipercaya
sebagai pekerjaan mahluk halus. Hal ini
disebabkan karena mereka yang mengalaminya
tidak bisa bergerak dan seringkali berhalusinasi
ada 'mahluk' lain di ruangan yang menahan
badan.

Identitas Korban Tewas dan Luka Kecelakaan Bus Asal Bojonegoro

Semarang - relindobojonegoro.com |

Korban bus pariwisata Sang Engon yang
mengalami kecelakaan di Tol Jatingaleh km
9.300 lingkar Jangli Semarang bertambah lagi
menjadi 16 orang. Saat ini 10 jenazah berada di RS Bhayangkara dan 6 jenazah berada di
RSUP dr Kariadi Semarang.
Korban yang tewas baru beberapa yang
diketahui identitasnya yaitu ; Selfiah, Sumisih,
Nanda, Syarif Hidayatullah, dan Mariadi. Pendataan masih terus dilakukan pihak kepolisian karena korban selamat dibawa ke beberapa rumah sakit.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP
Pungky Buwana di RS Bhayangkara Semarang, Jumat (20/2/2015), mengungkapkan, "Identitas belum
semua termasuk alamat, karena koordinator
rombongannya (Syarif) meninggal".
Data sementara, ada 24 korban luka yang
dirawat di RS Bhayangkara yaitu
Giyatun (48),
Sutimah (65),
Hadi (60),
Endang Sugiarti (48) masuk IGD,
Kasni (33) masuk IGD,
Haryani (60),
Aisyah (5) masuk IGD,
Manis Prianing (49),
Kusman (36),
Ahmad Marzuki (50),
Ishqomah (42),
Rohim (42),
Mohammad Husen (56),
Mohammad (74),
Syamsudin (45),
Mutarsih (48),
Pratiwi (55),
Pujiyanto (60),
Endang Sulistyowati (40),
Ny Muining (40) masuk IGD,
Bu Juawiah (45),
Juwadi (40),
Ny. Aryani (38), dan Biutomo (30).

Di RSUP dr Kariadi, korban yang dirawat atas
nama Sriyani, Sumisih, Nyaman, Parti, Warsono,Yatmin,Parwi, Wasih, Irfan, Sadin, Rantimah, Pujiati,Muckasin, M. Ghofur, Sunarni, Sriyatun, Inti Patmi, Syaiful Adim, Yakob, Juwari, Isna Hadiful, Suhartono, Imam, Muhyidin, Karina, Wariatun, Warmin, dan Nurjanah.

Bus Sang Engon bernopol B 7222 KGA itu
mengalami kecelakaan pukul 13.00 WIB
setelah menghadiri pengajian Habib Lutfi di
Pekalongan dan bermaksud kembali
ke Bojonegoro siang tadi. Bus dari
Pekalongan melaju dengan kecepatan
tinggi menuju Bojonegoro hingga saat berada di tikungan tajam mengalami oleng, meski diduga pengemudi sempat mengerem namun karena gaya sentrifugal membuat bus terguling dan melompati beton pembatas jalan hingga menghantam dinding tebing. Rombongan penumpang berangkat dari Desa Dander, Kec. Dander, Bojonegoro sejak hari
Kamis (19/2/2015) sore kemarin.